setiap saat setiap waktu

setiap saat setiap waktu parasmu mengusik lelahku

setiap saat setiap waktu bayangmu terasa menyapaku

setiap saat setiap waktu nafasmu terlihat mendekatiku

setiap saat setiap waktu diriku menantikan dirimu

setiap saat setiap waktu aku selalu menyanjungmu

setiap saat setiap waktu aku selalu memikirkanmu

setiap saat setiap waktu dirimu melewatkanku

setiap saat setiap waktu parasmu  menenggelamkanku

setiap saat setiap waktu cintamu menghancurkanku

Diterbitkan di:  on Desember 4, 2008 at 3:01 pm Tinggalkan sebuah Komentar

terungkap, termanis, tersakiti

perangaimu kebabalasan teman tercinta

kali ini pasti takkan aku maafkan

kau rebut perempuanku nyata-nyata dihadapanku

kau permainklan aku dengan busuknya gerak-gerik tingkahmu

 

namun yang salah tetap perempuan aku

mengapa dia mau menerima kamu dan meninggalkan aku

lama kunanti namun ternyata menyakiti

selalu kutunggu walau akhirnya berakhir pilu

 

selamat atas kemenanganmu

engkau berkalung medali tepat dihadapan kekalahanku

aku harus mencari yang jauh lebih baik lagi

walau aku takut nanti terkhianati kembali

 

Diterbitkan di:  on at 5:03 am Tinggalkan sebuah Komentar

SEPT 3 …. PAPUA…. NINGSIH

KEPURA-PURAANKU MENGHANCURKAN HIDUPKU

SEOLAH BERTANYA, SIAPA YANG AKAN MENJAWAB

KUACUHKAN IMPIKU SEBENARNYA ITU TUJUAN AKHIRKU

MENGAPA SENYUMMU MEMBUAT AKU TERJERAMBAB

ALIH-ALIH MENGAJAKMU TUK BERSAMA

TERNYATA BAHAYA LATEN CINTAKU BERGELORA

JUTAAN CARA TELAH AKU COBA

BAHKAN DENGAN SEJURUS TIPU DAYA MENGIKUTINYA

SEMPAT KAU BERIKAN RASA YANG TAK BIASANYA

CELAKANYA, KUANGGAP BAGIKU PERHATIAN YANG BERHARGA

KADANG DATANG DAN TAK PERNAH LUPA TUK MENYAPA

KADANG HILANG DAN PASTI MENYAKITKAN JIWA

KUAKUI AKU KALAH DARIMU

DENGAN PENAMPILAN ISTIMEWA PADA DIRIMU

SELALU MENCOBA TUK MENGIMBANGI DIRIMU

NAMUN MENGAPA HANYA KEKECEWAAN YANG DATANG PADAKU

TERIMA KASIH ATAS KEKECEWAANKU

SEMOGA BISA LULUHKAN KERASNYA KARANG CINTAMU

MESKI NANTINYA, KEJAMNYA NORMA AKAN MENGHADANG

AKAN KU LALUI KELAK BERSAMA DENGANMU…. SEMOGA

Diterbitkan di:  on at 5:01 am Tinggalkan sebuah Komentar

menakar kadar yang terlanjur semakin pudar

menakar kadar yang terlanjur semakin pudar

meraut majalnya sebuah nyali yang sekian kali berani untuk di uji

melihat seberapa dekat hasrat yang terlambat dan seolah enggan mendekat

menyanyikan untaian tembang untuk mengusir jahatnya sang kesepian

 

 

malam ini cahaya itu kembali pergi dan enggan menerawangi bumi

pagi tadi sempat tersenyum ditemani hangatnya cahaya mentari

sore hari kembali pergi menjauhi, meski sempat mengharap akan hadirnya pelangi

walau sesaat ketika kilau cahaya bulan perlahan mendekati

 

seolah – olah ingin segera mendekati

namun seperti kemarin cahaya itu redup dengan sendiri

hujan badai hanya sebagai pemanis tingginya imagi

dengan jutaan maksud yang datangnya tersembunyi

 

 

terang saja semua kembali terpana dan sedikit terkesima

permainan kembali seperti sang juara bertahan yang sekuat tenaga mempertahankan mahkota

entah kapan semua akan berhenti dengan sendiri

rasa letih yang nantinya akan muncul dengan sendiri

mungkin tengah malam nanti

 

Menjauhlah Dengan Segera

Ingin Membenci Setengah Mati

Keluarkan Sumpah Serapah Ini

Hanya Saja Tak Cukup Untuk Berani

Angan  Yang Terlanjur Melayang Tingi

 

 

 

Diterbitkan di:  on at 5:00 am Komentar (1)

nyanyian kekalahan

puisi – puisi kebohongan

sajak cinta penuh kepalsuan

syair-syair penuh kepura-puraan

lagu-lagu cinta berujung pengkhianatan

 

bosan aku dengan cintamu

bosan aku dengan perangaimu

ingin aku melepasmu segera

ingin aku menghancurkanmu segera

 

sajak sajak lewat tengah malam

puisi – puisi dini hari

syair-syair penyambar petir

lagu cinta untuk pendusta

Diterbitkan di:  on at 4:44 am Tinggalkan sebuah Komentar

Sekadar Menahan Imbang

teriak kembali dan terlanjur untuk sedih lagi

menatapmu aku tak cukup mampu

aku terlalu rendah untukmu

aku tak cukup mampu untuk meraihmu

aku kalah dan terus kalah

bahkan hasil imbang tak mampu aku dapatkan

apalagi aku meraih kemenangan

akan ku usahakan agar aku menang

aku berlatih kembali dengan guru cintaku

semoga aku dapat memenangkan pertarungan cintaku lagi

dan meruntuhkan dinding pemisah yang terlalu mengkungkkungku

hingga aku kembali melonjak kegirangan

Diterbitkan di:  on at 4:43 am Komentar (2)

Jejaka – Jejaka

jejaka-jejaka berlonjak-lonjak kegirangan

senyum simpul kembali bersandar di bahuku sebelah kiri

indahnya aku seakan-akan keinginan lama yang berwujud nyata

entah seperti apa aku harus sekuat tenaga menjaganya

 

paras ayu berbudi tingkah laku

gelak kemayu memanjakan lelahku

polah mesra menggenapi sejuta aura

apakah ini yang diejawantahkan oleh sang tresna

 

buana cemerlang menenangkan balaunya perasaan

kuharap nelangsa untuk secepat mungkin sadar dan enggan menyapa

meraihnya sungguh sebuah awal dari terjalnya sebuah perjuangan

dan semua itu kuharap berbuah manis dan menenggelamkan penyesalan

 

Diterbitkan di:  on at 4:41 am Tinggalkan sebuah Komentar

Setengah Menjauh

menepi untuk kembali ditemui pelangi

menjauh untuk segera cepat berlari

menaruh harapan pada sosok yang salah

mengumbar kepalsuan dibumbui sedapnya kebohongan

 

hancurkan semua kebimbangan diri

runtuhkan setiap jengkal keteguhan pribadi

rupamu tidak ingin sekalipun aku hayati kembali

cacianmu untukku semakin menyudutkan lagi

 

lembutmu menyapaku namun terlalu imitatif

rayuanmu dan cintamu berjalan tanpa punya rasa malu

melengkapi diri hanya untuk di khianati

merajut mimpi hanya untuk dirusak kembali

 

temukan jawaban yang tanpa didasari sebuah pertanyaan

menggelitik perasaan digelayuti awan cerah yang tebal

 

 

Diterbitkan di:  on at 4:37 am Tinggalkan sebuah Komentar

Tertunda Menata

merusak semua pakem yang telah terbentuk

menghancurkan asa di tengah-tengah gelombang asmara

mengedepankan logika yang semakin tersamarkan oleh cinta

membutakan perasaan dihinggapi sejuta keinginan

 

semu tak tampak dan terasa menakutkan

semua itu terlihat dari kicauan kebohongan

setelah semua terlihat ditandai dengan lakon penuh sandiwara

seusai malam memenuhi langit yang ditinggal oleh senja

 

lalai lupa menyeruak dengan tiba-tiba

serbuan hasrat menggelora di depan perasaan semu

aku kembali bermimpi dan tak kunjung menjauhi

sinar itu yang telah menyilaukan diri

Diterbitkan di:  on at 4:34 am Tinggalkan sebuah Komentar

kembali bermimpi

mimpi serasa menggelayuti

ditemani gemericik hujan yang membasahi bumi

kini aku masih menyadari

lelahku tak kunjung pergi menantikan cahaya imagi

 

kurasa aku terlalu cepat melangkah

tanpa tersadar kilaunya memudar sirna

kuputuskan aku untuk sekuat tenaga berhenti sejenak

sambil ku tunggu lambaian menyusul segera

 

sesalpun tak segan untuk kembali mengemuka

cacian lembut bertautan dan berkumandang mesra

segenap cerita menginginkan dan menuntunnya pulang segera

hingga aku tersadar aku harus tetap melangkah

 

tapi aku tetap memutuskan untuk menunggu cahaya imagi

meski sampai kapan aku harus tetap menanti

mesti aku harus menahan kesedihan ini

menuruti seruan menanti cahaya imagi

Diterbitkan di:  on at 4:32 am Tinggalkan sebuah Komentar