menakar kadar yang terlanjur semakin pudar
menakar kadar yang terlanjur semakin pudar
meraut majalnya sebuah nyali yang sekian kali berani untuk di uji
melihat seberapa dekat hasrat yang terlambat dan seolah enggan mendekat
menyanyikan untaian tembang untuk mengusir jahatnya sang kesepian
malam ini cahaya itu kembali pergi dan enggan menerawangi bumi
pagi tadi sempat tersenyum ditemani hangatnya cahaya mentari
sore hari kembali pergi menjauhi, meski sempat mengharap akan hadirnya pelangi
walau sesaat ketika kilau cahaya bulan perlahan mendekati
seolah – olah ingin segera mendekati
namun seperti kemarin cahaya itu redup dengan sendiri
hujan badai hanya sebagai pemanis tingginya imagi
dengan jutaan maksud yang datangnya tersembunyi
terang saja semua kembali terpana dan sedikit terkesima
permainan kembali seperti sang juara bertahan yang sekuat tenaga mempertahankan mahkota
entah kapan semua akan berhenti dengan sendiri
rasa letih yang nantinya akan muncul dengan sendiri
mungkin tengah malam nanti
Menjauhlah Dengan Segera
Ingin Membenci Setengah Mati
Keluarkan Sumpah Serapah Ini
Hanya Saja Tak Cukup Untuk Berani
Angan Yang Terlanjur Melayang Tingi
kalo hidup ini tidak ada yang sempurna. . .
apakah cinta itu juga tidak ada yang sempurna???
kalo cinta itu ujungnya cuma menyakitkan, mengapa kita hidup harus merasakan cinta??
apa kita perlu hidup dengan merasakan cinta walaupun itu sakit!!!