Beranda > Meta_puisi_ka > menakar kadar yang terlanjur semakin pudar

menakar kadar yang terlanjur semakin pudar

menakar kadar yang terlanjur semakin pudar

meraut majalnya sebuah nyali yang sekian kali berani untuk di uji

melihat seberapa dekat hasrat yang terlambat dan seolah enggan mendekat

menyanyikan untaian tembang untuk mengusir jahatnya sang kesepian

 

 

malam ini cahaya itu kembali pergi dan enggan menerawangi bumi

pagi tadi sempat tersenyum ditemani hangatnya cahaya mentari

sore hari kembali pergi menjauhi, meski sempat mengharap akan hadirnya pelangi

walau sesaat ketika kilau cahaya bulan perlahan mendekati

 

seolah – olah ingin segera mendekati

namun seperti kemarin cahaya itu redup dengan sendiri

hujan badai hanya sebagai pemanis tingginya imagi

dengan jutaan maksud yang datangnya tersembunyi

 

 

terang saja semua kembali terpana dan sedikit terkesima

permainan kembali seperti sang juara bertahan yang sekuat tenaga mempertahankan mahkota

entah kapan semua akan berhenti dengan sendiri

rasa letih yang nantinya akan muncul dengan sendiri

mungkin tengah malam nanti

 

Menjauhlah Dengan Segera

Ingin Membenci Setengah Mati

Keluarkan Sumpah Serapah Ini

Hanya Saja Tak Cukup Untuk Berani

Angan  Yang Terlanjur Melayang Tingi

 

 

 

Categories: Meta_puisi_ka
  1. lintang
    Maret 26, 2009 pada 5:20 am | #1

    kalo hidup ini tidak ada yang sempurna. . .

    apakah cinta itu juga tidak ada yang sempurna???

    kalo cinta itu ujungnya cuma menyakitkan, mengapa kita hidup harus merasakan cinta??
    apa kita perlu hidup dengan merasakan cinta walaupun itu sakit!!!

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.