terungkap, termanis, tersakiti
perangaimu kebabalasan teman tercinta
kali ini pasti takkan aku maafkan
kau rebut perempuanku nyata-nyata dihadapanku
kau permainklan aku dengan busuknya gerak-gerik tingkahmu
namun yang salah tetap perempuan aku
mengapa dia mau menerima kamu dan meninggalkan aku
lama kunanti namun ternyata menyakiti
selalu kutunggu walau akhirnya berakhir pilu
selamat atas kemenanganmu
engkau berkalung medali tepat dihadapan kekalahanku
aku harus mencari yang jauh lebih baik lagi
walau aku takut nanti terkhianati kembali
Categories: Meta_puisi_ka
Komentar Terakhir